Senin, 15 November 2021

Raih Emas di Peparnas Papua, Fauziah Ingin Belikan Mobil Orang Tua


Rasta.Blora - Atlet tolak peluru asal Blora, Fauziah Yasmin Suharjo berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jawa tengah di ajang Pekan Paramliade Nasional (Peparnas) XVI Papua. Iapun berharap Keinginan Fauziah Yasmin Suharjo membanggakan kedua orangnya tuanya akhirnya bisa terwujud dengan mempersembahkan medali emas di ajang Pekan Paramliade Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Kini Iapun masih punya harapan untuk membelikan mobil baru bagi kedua orangtuanya. Hal ini disampaikan Fauziah usai tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali Senin malam kemarin (15/11). Fauziah tiba bersama rombongan atlet Peparnas lain dari Jawa tengah. Mereka disambut pengurus National Paralympic Comitte Indonesia (NPCI) Jawa tengah dan NPCI  masing-masing Kabupaten kota. 

Usai keluar dari ruang kedatangan penumpang, Fauziah langsung memeluk ketua NPCI Blora Sriono Abdul Qohar dan seluruh pengurus yang sudah menunggu.  Ia pun tak bisa menyembunyikan kebahagiannya bisa meraih medali emas di ajang bergengsi itu. Fauziah menjadi yang terbaik dengan lemparan sejauh 4,79 Meter. 

“Alkhamdulillah senang pak. Gak percaya awalnya. Musuhnya 4 orang dari Kalimantan semua. Saya hanya diberi semangat pelatih, Ayo kamu bisa,” kata Fauziah, Senin (15/11).
 
Fauziah mengaku bangga dengan capaiannya itu. Terlebih ini merupakan ajang nasional yang baru pertama kali ia ikuti. 

Atlet asal Kecamatan Cepu ini mengaku prestasinya ini ia persembahkan untuk kedua orang tuanya. Ia pun berharap bisa membahagiakan orang tuanya dengan mobil baru. 

“Saya bangga dengan orang tua. Saya cinta mereka. Mereka yang beri semangat saya. Saya ingin belikan mobil baru buat mereka. Saya kangen mamah, 2 Minggu gak ketemu,” ucapnya. 

Fauziah menjadi satu-satunya atlet asal Blora yang membela Jawa tengah dalam Peparnas tahun ini. 

Ketua NPCI Blora, Sriono Abdul Qohar mengatakan, sebenarnya sejak seleksi awal di solo, nama Fauziah tidak masuk dalam daftar lolos. Saat itu, atlet Blora yang lolos bernama Puji Fitriani. Namun, Puji justru tidak bisa tampil karena alasan tertentu. 

“Memang saat seleksi itu, dari Blora yang lolos satu, Puji Fitriani, atletik. Tapi hingga hari H Puji justru tidak bisa ikut. Jadi akhirnya Fauziah ini yang melanjutkan seleksi di Semarang dan membela jawa tengah,” katanya. 

Sriono pun mengaku bangga dengan capaian anak didiknya itu.

“Pasti bangga. Harapan kita bisa meraih medali terwujud. Apresiasi sudah kita siapkan nanti dari NPCI dan Pemkab Blora,” pungkasnya. (Lilis)

Share:

Hari Kedua Operasi Zebra, Polres Blora Buka Gerai Masker Gratis dan Edukasi Prokes di Blok T




Rasta.Blora - Polres Blora Polda Jawa Tengah terus melakukan berbagai macam upaya untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan kondusif serta bebas dari Covid-19.  Salah satunya adalah melalui Satuan Tugas (Satgas) Operasi Zebra Candi 2021. 

Selasa, (16/11/2021) petugas gabungan fungsi Polres Blora yang tergabung dalam Satgas tersebut, melaksanakan sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas dan tertib protokol kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut tim Satgas Operasi Zebra Polres Blora membuka gerai masker gratis sembari melakukan edukasi prokes melalui public address di kawasan simpang tiga Blok T Blora.

Kasat Lantas Polres Blora AKP Edi Sukamto,SH,MH melalui Kaur Bin Ops Iptu Zaenul Arifin,SH mengungkapkan bahwa dalam kegiatan operasi Zebra Candi Tahun 2021 ini lebih dikedepankan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Terutama edukasi prokes dan disiplin berlalu lintas.

"Hari iki kita buka gerai masker, jika ada warga yang butuh bisa mengambil secara gratis. Sekaligus sambil kita sampaikan imbauan protokol kesehatan," kata Kaur Bin Ops Satlantas.

Lebih lanjut KBO Satlantas Iptu Zaenul Arifin menambahkan bahwa Operasi Zebra ini dilaksanakan selama dua pekan dari tanggal 15 sampai tanggal 28 November 2021. "Kita harapkan masyarakat tidak kendor dalam disiplin protokol kesehatan. Jangan terlena, karena pandemi Covid-19 masih ada," tambah Iptu Arifin, sapaan akrab KBO Satlantas.

Masih tambah Iptu Arifin, kepada masyarakat ia mengimbau agar warga yang belum ikut vaksinasi segera mendaftarkan diri, dan Polres Blora siap membantu memfasilitasi. "Jika ada warga yang belum vaksin, silahkan bisa mendaftar di Polres Blora, Satlantas atau di Polsek Jajaran," tandasnya.

Kegiatan gerai masker gratis di Blok T tersebut mendapat tanggapan positif dari warga, salah satunya adalah, Lilin, seorang SMK N 2 Blora. Ia mengaku senang karena mendapat masker gratis dari petugas. "Alhamdulilah, terima kasih pak atas imbauan dan masker gratisnya. Semoga kegiatan ini rutin dilaksanakan berkelanjutan," kata Lilin. (Lilis)


Share:

Akhir Tahun, Perhutani Mantingan Lakukan Studi Dampak Sosial

 


 

MANTINGAN - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan lakukan kegiatan Studi Dampak Sosial (SDS) di 10 desa yang tersebar di 4 kecamatan Gunem, Sumber, Pamotan dan Bulu di akhir tahun 2021. Kegiatan yang dimulai dari awal Bulan Nopember selesai pertengahan bulan Nopember 2021 atau berakhir Senin (15/11/2021)

 

Administratur KPH Mantingan Marsaid Melalui Kepala Sub Seksi Kelola  Sosial Ismartoyo menyampaikan bahwa dasar-dasar Studi Dampak Sosial meliputi definisi, tujuan, fungsi,  langkah-langkah  melakukan SDS dan 5 aset Sustainable Livelihood System.

 

"Yang meliputi  Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber daya Alam (SDA), Sumber Daya Sosial (SDS), Infrastruktur, dan Sumber Daya Ekonomi (SDE),” Jelas Ismartoyo.

 

Lanjut dia, Keguanaan dan manfaat SDS dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) untuk kepentingan bagi seluruh Stakeholder (mulai dari Perusahaan, masyarakat, pemerintah, LSM, perguruan tinggi/peneliti dan kelompok rentan).

 

"SDS sebagai alat melakukan mitigasi resiko-resiko pengelolaan SDA Posisi kelompok rentan (perempuan,anak, remaja, difable, lansia dalam rangka pengelolaan SDA. Sedangakan tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan manusia dan biofisik yang lebih sustainable dan equatable (lestari dan berkeadilan),” Papar Ismartoyo.

 

Adapun untuk tahun 2021 ini ada 10 desa yang kami lakukan mulai dari desa Pelemsari dan Logung masuk kec. Sumber, Grawan,lambangan Kulon masuk desa Bulu, Bangunrejo,Gambiran Pamotan masuk kecamatan Pamotan serta desa Dowan dan Pasucen masuk desa Gunem.

 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh KSS Kelola Sosial bersama jajaran kelsos dan komonikasi Perusahaan serta dengan LSM aliansi Tajam dan juga LSM Kalal.

 

Kepala desa Sukorejo Iris Gunartini menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung dengan adanya SDS yang dilakukan di desa Sukorejo.

 

"Dengan demikian potensi yang ada di desa kami bisa mendapatkan perhatian lewat kegiatan SDS yang mencakup mulai dari kesehatan,jumlah penduduk,potensi wisata semua akan tergali," ungkap Kades Sukorejo.

 

Kami akan membantu melayani mempersiapkan data yang diperlukan dalam  SDS yang akan melakukan tugas di desa Sukorejo. Kebetulan wilayah kami, yang mempunyai 5 pedukuhan 2 diantaranya banyak berinteraksi dengan kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani Mantingan. “ terang Iris Gunartini.

 

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalal pendamping Perhutani Isnina Sa’diyah menyampaikan bahwa untuk SDS tahun 2021  meliputi desa-desa yang punya pangkuan hutan serta desa sekitar kawasan hutan untuk memberikan tanggapan, ulasan serta memberikan bantuan kepada masyarakat tentang potensi desanya dalam ikut membangun hutan gar tetap lestari. (LLS/Red).

Share:

Sabtu, 31 Juli 2021

Bersama Bupati, LPPNU Kembangkan Beras Organik Blora untuk Dunia

BLORA  -  Kegiatan panen perdana padi organik bersama para petani di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, hasil binaan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), di hadiri Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., pada Sabtu pagi (31/7/2021).

Panen perdana dilakukan Bupati di areal persawahan milik Kepala Desa  Mendenrejo, Supari yang merupakan salah satu demplot pertanian organik di Kecamatan Kradenan.

Dengan didampingi Ketua PCNU Kabupaten Blora, Muh Fatah; perwakilan LPPNU, Forkopimcam dan MWCNU Kradenan, Bupati turun langsung ke sawah memotong padi dan menggiling secara bergantian dengan petani sesuai protokol kesehatan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh upapa pengembangan pertanian organik ini. Apa yang dilakukan teman-teman LPPNU bersama PCNU hingga MWCNU ini sangat baik dan akan kita dukung pengembangannya ke seluruh Kecamatan,” ucap Bupati.

“Nanti akan kita kumpulkan seluruh penyuluh pertanian dari dinas untuk bisa ikut fokus melakukan pendampingan pertanian organik secara masif bersama LPPNU dan MWCNU, di 16 Kecamatan se Kabupaten Blora,” lanjut Bupati.

Menurutnya, hasil pertanian organik ini bagus dan menyehatkan. Dari segi harga jual juga lebih tinggi daripada hasil pertanian konvensional yang memiliki ketergantungan pada pupuk kimia.

“Tanah sawah kita kembali sehat alami, hasilnya juga bagus. Selain bebas pupuk kimia dan menyehatkan. Hasilnya juga lebih banyak dengan rasa yang lebih enak, nanti akan kita coba. Dengan pertanian organik ini maka kita tidak akan tergantung pada pupuk kimia yang sering langka. Karena petani bisa membuat pupuk sendiri dengan bahan alami yang ada di sekitar,” ujar Mas Arief, sapaan akrab H. Arief Rohman.

Ia pun ingin kedepan dibentuk kelompok petani organik tingkat Kabupaten untuk mengkoordinir hasil pertanian organik agar bisa dikemas dan disertifikatkan sehingga dapat menembus pasar ekspor.

“Samplenya akan kita kirim juga ke Pusat semoga nanti bisa dibantu untuk memasarkan beras organik kita. InshaAllah Blora siap menjadi lumbung beras organik untuk dunia, ini cita-cita kita bersama karena saat ini banyak negara mencari beras organik yang lebih menyehatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Blora, Muhammad Fatah, menerangkan bahwa pengembangan pertanian organik bersama LPPNU berawal dari Kecamatan Kedungtuban, tepatnya Desa Bajo yang telah lebih dahulu menanam padi organik

“November tahun kemarin kita penen perdana di Bajo Kedungtuban, setelah berhasil maka kita kembangkan di Kecamatan lain seperti di Kradenan ini. Alhamdulillah antuiasnya bagus. Ada 14 demplot padi organik di Kradenan ini, total luasan sekitar 6 hektar, salah satunya yang dipanen Bapak Bupati ini,” terang M Fatah.

“Kita siap untuk membantu pengembangan hingga di 16 Kecamatan. Saat ini yang sudah melakukan selain Kedungtuban dan Kradenan, ada Sambong, Cepu, dan Banjarejo. Kedepan akan kita coba di Blora bagian barat seperti Kunduran, Ngawen, Todanan dan sekitarnya,” sambung M. 
Fatah.

Dengan pertanian organik ini, maka menurutnya akan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang sudah bertahun-tahun merusak unsur hara tanah.

“Untuk panen perdana memang hasilnya belum signifikan karena tanah masih dalam proses pemulihan dari dampak pemupukan kimia ke organik. Jika sudah 3 kali panen maka hasilnya akan lebih maksimal, dan ketika tanah semakin normal (bersih dari unsur kimia) maka cukup dengan pupuk organik sedikit saja hasilnya akan maksimal,” ujar Ketua PCNU.

“Ketika masa kecil saya dahulu masih banyak ikan dan belut disawah, kini susah kita temui karena tanahnya banyak menggunakan pupuk organik. Jadi ketika nanti pertanian organik ini berhasil kita lakukan, maka ikan wader, belut, akan kembali mewarnai sawah kita. Mina Tani jalan kembali,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Kades Mendenrejo, Supari yang juga pelaku pertanian organik mengaku cukup was-was ketika pertama kali menanam padi karena takut gagal.

“Namun karena bimbingan LPPNU akhirnya kita berhasil. Kami berharap akan lebih banyak lagi masyarakat yang beralih ke pertanian organik,” paparnya.

Adapun Tri Wahyudi, salah satu warga Kradenan mengaku ada peningkatan hasil panen dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

“Pertanian konvensional dengan pupuk kimia biasanya per hektar menghasilkan gabah 6-7 ton. Sedangkan pertanian organik ini bisa mencapai kurang lebih 8 ton, bahkan lebih jika tanahnya benar-benar kembali subur bebas dari unsur kimia. Yang ditanam ada Inpari 32 dan Sertani. Berasnya juga enak, pulen, harga jual lebih menguntungkan,” ungkap Yudi, panggilan akrabnya.

Untuk diketahui, usai panen perdana, dilanjutkan dengan dialog bersama antara Bupati dengan para petani sejumlah 20 orang, tidak lebih dari satu jam sesuai protokol kesehatan. (LOIS/Red)
Share:

Senin, 26 Juli 2021

2 Residivis asal Surabaya, Akhirnya dibekuk Polisi Blora

BLORA - Unit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora Polda Jawa Tengah bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Blora berhasil mengamankan dua orang  pria di duga pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Keduanya adalah, J, dan DBR, warga kecamatan Wonokromo Surabaya Jawa Timur.

J dan DBR, ditangkap wilayah kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, saat berada di rumah kostnya, Kamis, (22/07/2021).

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK melalui Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH mengungkapkan bahwa kejadian berawal dari laporan korban bernama Ahmad Faim, (43th) warga kecamatan Cepu bahwa pada Sabtu, 10 Juli 2021 sekira pukul 17.30 WIB telah terjadi tindak pidana pencurian di rumahnya di kampung Megalrejo Kelurahan Balun Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.

"Awalnya sekira pukul 09.30 wib korban pergi ke toko miliknya di desa Kentong, dan pintu rumah telah terkunci semua, rumah dalam keadaan kosong," ungkap Kapolsek Cepu, Selasa, (27/07/2021).

Lanjut AKP Agus Budiana, sekira pukul 17.30 WIB korban pulang dari toko. Sampai di rumahnya di Kampung Megalrejo gang Sendang 2 No. 02 RT. 005 RW. 014 Balun, korban mendapati pintu gerbang dalam keadaan terbuka dan kunci gembok sudah tidak ada.

"Kemudian korban masuk ke dalam halaman diketahui pintu samping terbuka, lalu korban masuk kedalam rumah di dapati pintu belakang dan pintu kamar sudah dalam keadaan terbuka dan lemari baju tempat menyimpan emas dan uang tunai dalam keadaan acak - acakan," tandas Kapolsek AKP Agus Budiana.

Ketika dilakukan pengecekan diketahui bahwa emas murni berbentuk koin, Kalung emas berbentuk pipih dengan gandul berbentuk daun, anting emas bayi, dan  uang tunai sebesar Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah), serta sebuah jam tangan pria merk alexandre christie warna hitam variasi kuning dan 1 (satu) buah Handphone  warna hitam sudah tidak ada atau hilang.

Setelah mendapat laporan tersebut, Kapolsek Cepu memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Budi Santoso,SH bersama tim gabungan Unit Reskrim Polsek Cepu bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Blora untuk melakukan penyelidikan. Akhirnya tersangka berhasil ditangkap di wilayah kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

"Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 27.800.000,- ( dua puluh tujuh juta delapan ratus ribu rupiah), dan pelaku di jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua buah linggis warna biru dan hijau yang terbuat dari besi, sebuah Kunci L yang ujungnya berbentuk pipih terbuat dari besi, Tas punggung warna biru merk eiger, 1 (satu) unit sepeda motor suzuki satria Nopol: L-6579-ZX warna biru, Jam tangan pria merk alexandre christie, serta satu unit Hp merk Xiaomi Redmi type 9C warna orange, dan Hp merk xiami Redmi type 9A warna biru

Selanjutnya dilakukan penyelidikan, ternyata kedua pelaku adalah residivis yang sebelumnya pernah mendekam di Lapas Medaeng Surabaya. Dan tersangka telah melakukan aksi yang sama dengan 11 TKP berbeda di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu di wilayah Blora Jawa Tengah 6 TKP, Bojonegoro Jawa Timur, 3 TKP dan 
Gresik, Jawa Timur 2 TKP, Total 11 TKP.

Untuk diperhatikan,  Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu hati hati dan waspada, terutama dalam menyimpan barang yang berharga di rumahnya.

"Kami imbau warga agar selalu waspada, terutama dalam menyimpan barang berharga. Terkadang bagi kita sudah aman, namun pencuri masih saja bisa mencari celah. Jadi selalu hati hati dan waspada," pungkas Kapolsek Cepu (LOIS/Red)
Share:

Bupati Targetkan Blora Bisa Turun ke Level 2

BLORA - Berdasarkan asesmen WHO, Kabupaten Blora berada pada kategori level 3 yang artinya berada setingkat di bawah level tertinggi atau level 4.  Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.Si berharap agar kedepannya Blora bisa turun ke level 2. 

Maka kemudian pihaknya mendorong agar penanganan Covid-19 di Blora untuk dapat terus di optimalkan. Sehingga dapat memenuhi target untuk turun ke level 2. 

“Ini menjadi target kita agar Blora semakin membaik nantinya. Target kita untuk bisa turun dari level 3 ke level 2, oleh karena itu kita harus siapkan langkah-langkah yang perlu kita lakukan apa saja,” ungkap Bupati usai mengikuti rapat penanganan Covid-19 Jawa Tengah, Senin (26/07/2021) secara virtual dari Ruang Pertemuan Setda.

Bupati H. Arief Rohman  mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar penanganan Covid-19 di Blora dapat membaik.

Diantaranya, terkait warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk terus dipantau kondisi kesehatannya dan diberikan dukungan obat agar isolasi mandiri berhasil.

“Kita data isoman ada 274 orang, dan yang dirawat ada sekitar 120 orang. Untuk 274 orang ini minta tolong dipetakan by name by adress alamatnya, kita dari Pemkab nanti bersama Polres dan Kodim akan memberikan obat-obatan dan herbal agar pasien ini segera sembuh,” kata Bupati.

“Warga yang menjalani isoman untuk terus dipantau kondisinya, juga yang tengah dirawat di Rumah Sakit tolong juga diawasi, kira-kira bisa sembuh dan keluar dari RS kapan,” tambah H. Arief Rohman.

Selain warga yang isoman, Bupati juga mendorong agar fasilitas pelayanan kesehatan untuk dapat terus ditingkatkan, penyediaan tempat isolasi terpusat,  juga memastikan terkait ketersediaan oksigen dan obat-obatan. 

“Sehingga diharapkan nanti angka kesembuhan meningkat dan angka kematian menurun. Terkait angka kematian memang saat ini kita masih di angka 8 kita berharap agar dapat turun,” sambung Bupati.

Tak hanya itu, upaya-upaya untuk penerapan protokol kesehatan dan pencegahan kerumunan untuk terus digiatkan dengan melibatkan berbagai pihak. 

Diantaranya, terkait dengan kebijakan mengenai Pedagang Kaki Lima (PKL), serta peningkatan peran Satpol PP dan Forkopimcam dalam melakukan pengawasan protokol kesehatan di daerah.

Percepatan vaksinasi pun terus dilakukan dengan turut melibatkan berbagai pihak agar target vaksinasi di Blora bisa tercapai.

Arief Rohman menambahkan, pihaknya juga meminta agar bantuan sosial dari pemerintah untuk segera didistribusikan pada masyarakat terdampak. 

“Kemudian terkait kesiapan bantuan sosial pada masyarakat miskin yang terdampak, bagi yang sudah mngajukan dan diverifiksi,  tolong segera bisa didistribusikan,” pungkas H. Arief Rohman.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, S.I.K mengungkapkan bahwa pihaknya siap mendukung dalam upaya penanganan Covid-19 di Blora. 

Menurutnya, upaya penyekatan dan pengetatan protokol kesehatan tetap dilakukan. Adanya kebijakan untuk PKL pun nantinya akan di evaluasi setiap pekan. Percepatan vaksinasi dan tracing akan terus digiatkan. 

Tambah Kapolres, pihaknya juga berfokus terhadap warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Agar isoman sukses dan tidak menimbulkan penularan.

“Fokus kita juga terhadap masyarakat yang isoman agar mereka bisa sembuh. Nanti akan kita ‘serang’ dan kita ‘serbu’ dengan obat-obatan dari puskesmas, dari TNI, Polri, dan herbalnya, juga dari dinas sosial nanti bantuannya,” jelas AKBP Wiraga

Sebelumnya, saat rapat penanganan Covid-19 dijelaskan bahwa penambahan kasus di Jawa Tengah pada 25 Juli 2021 sebanyak 5.579. Dengan total kumulatif sebanyak 33.235 kasus aktif, sebanyak 19.401 menjalani isolasi dan sisanya dirawat. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen pada rapat tersebut mengungkapkan bahwa jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri di Jawa Tengah terbilang cukup banyak. Pihaknya juga meminta agar daerah dapat mengoptimalkan isolasi terpusat.

“Melihat kasus aktif di Jawa Tengah sebanyak 33 ribu, Isolasi 19 ribu, artinya banyak yang isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ungkap H. Taj Yasin.

“Saya berharap kab/kota yang menyediakan isolasi terpusat mohon untuk disosialisasikan pada masyarakat, supaya yang terkonfirmasi positif yang mungkin statusnya rendah (tanpa gejala atau gejala ringan) tapi kemungkinan penularannya tinggi tolong diarahkan ke isolasi terpusat,” tandas Wakil Gubernur.

Sebagai informasi, Dalam Instruksi Mendagri No 24 Tahun 2021 tercatat pada 25 Juli 2021 sebanyak 9 kab/kota masuk dalam kategori level 3, salah satunya adalah Blora. Sedangkan 26 kab/kota lainnya berada pada level 4.

Untuk diketahui, Rapat yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah tersebut turut membahas mengenai perkembangan penanganan Cobid-19, ketersediaan oksigen, anggaran, percepatan vaksinasi, serta bantuan sosial. Turut hadir dari Gradhika Bhakti Praja yakni Forkopimda Jawa Tengah, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan kepala daerah se Jawa Tengah.

Diikuti Dari Setda Blora, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM,  Forkopimda Blora, Sekda Blora, dan Kepala OPD terkait. (LOIS/Red)
Share:

Minggu, 13 Juni 2021

Cegah Tindak Kriminal Di Hari Minggu, Polsek Kedungtuban Intensifkan Patroli Kepolisian

BLORA - Polsek Kedungtuban Polres Blora Polda Jawa Tengah meningkatkan patroli kepolisian pada jam rawan, Minggu, (13/06/2021). Kegiatan tersebut dilakukan untuk antisipasi tindak kejahatan ditengah pandemi Covid-19 terutama pada hari Minggu.

Adapun rute patroli dilakukan di Kawasan Perkantoran Perbankan, Gerai gerai ATM, Pemukiman penduduk serta tempat ibadah. Seperti yang dilakukan oleh satu regu Patroli Polsek Kedungtuban yang dipimpin oleh Ka SPKT Aiptu Hendri

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK melalui Kapolsek Kedungtuban AKP Sujiharno mengungkapkan bahwa, pihaknya tidak mau underestimate dengan situasi yang ada meskipun situasi relatif aman dan kondusif. Patroli dan penjagaan tetap ditingkatkan.

"Selain tugas kemanusiaan penanganan Covid-19, tugas patroli dan penjagaan terus ditingkatkan, jangan sampai situasi pandemi seperti ini malah dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan tindakan kriminal," ucap Kapolsek AKP Sujiharno.

AKP Sujiharno menambahkan, untuk kegiatan patroli selain antisipasi gangguan Kamtibmas, petugas patroli juga membawa pesan kesehatan, agar para warga selalu menerapkan disiplin protokol kesehatan saat beraktifitas.

"Jadi selain untuk antisipasi gangguan Kamtibmas, patroli juga menyampaikan imbauan protokol kesehatan kepada warga," kata AKP Sujiharno.

Kemudian menyikapi peningkatan kasus Covid-19, AKP Sujiharno menegaskan bahwa warga harus selalu disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan.

"Selain keamanan yang wajib kita jaga adalah kesehatan. Untuk itu, mari kita disiplin dalam protokol kesehatan," pungkas Kapolsek Kedungtuban. (HW/Red)
Share:

Rabu, 09 Juni 2021

Polsek Kradenan gandeng Perguruan Silat gelorakan cegah Covid-19

BLORA - Kepolisian Sektor (Polsek) Kradenan Polres Blora Polda Jawa Tengah mengeluarkan jurus andalan untuk menekan penyebaran Covid-19. Selain aktif bersama Koramil dan Satpol PP, Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko Sukaryono,SH,MH menggandeng perguruan silat yang ada diwilayah Kradenan untuk bersama sama menggelorakan kegiatan pencegahan Covid-19 di wilayah setempat.

Ada tiga jurus atau tiga kegiatan pencegahan yang dimasifkan. Yaitu kegiatan penyemprotan disinfektan, patroli woro woro kesehatan, serta operasi yustisi penegakkan protokol kesehatan. Kapolsek Kradenan AKP Lilik menyampaikan bahwa sampai saat ini Covid-19 masih betul betul ada. Dan dibutuhkan kerja sama yang kompak antar lintas sektoral dalam rangka mencegah penularannya.

"Kegiatan pencegahan akan terus kita gelorakan. Salah satunya adalah penyemprotan disinfektan. Dan dalam kegiatan kali ini kita libatkan perwakilan perguruan silat di Kradenan yang berkenan menyumbang tenaga untuk ikut andil dalam tugas kemanusiaan penanganan Covid-19," beber Kapolsek Kradenan, Kamis, (10/06/2021).

Kegiatan diawali dengan apel bersama di depan kantor kecamatan Kradenan. Kemudian dilanjutkan pembagian kavling penyemprotan dan setelah itu tim langsung bergerak sesuai dengan plotingan masing masing. Jalan jalan desa, tempat fasilitas umum dan pemukiman penduduk menjadi sasaran penyemprotan disinfektan.

"Dengan penyemprotan ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, yaitu agar selalu patuh dan taat protokol kesehatan," tandas AKP Lilik. (HW/Red)
Share:

Antisipasi Covid-19, Polsek Jati Polres Blora Gencar Patroli Protokol Kesehatan

BLORA - Untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah kecamatan Jati Kabupaten Blora. Polsek Jati Polres Blora Polda Jawa Tengah bersama Koramil gencar melakukan patroli protokol kesehatan. Seperti yang dilakukan oleh satu regu patroli gabungan Polsek dan Koramil yang dipimpin langsung oleh Kapolsek  Jati AKP Eko Adi Pramono,SH,MH melakukan patroli ke pasar rakyat Jati. Rabu, (09/06/2021).

Kapolsek Jati AKP Eko Adi Pramono mengungkapkan bahwa, pelaksanaan tugas penanganan Covid-19 memang menjadi atensi tersendiri dari Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK. Apalagi saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19 di kabupaten Blora.

"Patroli protokol kesehatan adalah tindak lanjut dari instruksi Kapolres Blora. Dengan tujuan utama untuk menekan penyebaran Covid-19. Dimana selain program PPKM Mikro kami dari petugas TNI Polri juga gencar Kampanye 5 M," beber Kapolsek Jati.

Dalam patroli tersebut, selain menyampaikan imbauan kamtibmas terkait keamanan petugas juga menyampaikan imbauan protokol kesehatan. Salah satunya adalah ajakan agar warga membiasakan 5 M, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.

"Selain antisipasi gangguan Kamtibmas, kita selipkan imbauan protokol kesehatan untuk antisipasi Covid-19" tandas Kapolsek Jati.

Lebih lanjut Kapolsek Jati menguraikan bahwa menyikapi perkembangan Covid-19 pihaknya telah mendorong anggota, terutama Bhabinkamtibmas agar aktif dalam kegiatan PPKM Mikro serta menyampaikan imbauan protokol kesehatan.

"Setiap anggota Polri, baik saat bertugas ataupun saat dirumah harus bisa menjadi pelopor disiplin protokol kesehatan. Harapannya dapat mencegah penularan Covid-19," urai Kapolsek Jati.

Sementara itu Teguh, salah satu pengunjung pasar mengaku senang dengan kehadiran petugas. Ia mengatakan bahwa dengan adanya petugas kepolisian di pasar, warga atau pengunjung pasar merasa lebih aman.

 "Kita merasa lebih aman, apalagi saat pasar ramai, takut ada copet dan jambret," kata warga desa Doplang ini. (HW/Red)
Share:

Selasa, 01 Juni 2021

Kapolres Blora Berikan Penghargaan Kepada Anggota Berprestasi

BLORA - Kapolres Blora Polda Jawa Tengah AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK memberikan penghargaan kepada anggota yang berprestasi. Pemberian penghargaan diberikan berbarengan dengan Upacara Sertijab Kabagren, dan Kapolsek Tunjungan, Selasa, (02/06/2021) di halaman depan Mapolres Blora. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Blora Kompol Dr. Rubiyanto,M.Si, Para Pejabat Utama, Kapolsek Jajaran serta perwakilan anggota. Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 serah terima jabatan digelar secara sederhana.

Adapun yang menerima penghargaan adalah Kanit Laka Satlantas Polres Blora Ipda Solikun Niam, Anggota Unit Laka Bripka Preliyanto,S.Kom, Bripka Minal Sobirin,SH serta Bripda Agus Riyanto yang berprestasi dalam Quick Response mengungkap kasus tabrak lari yang terjadi diwilayah kabupaten Blora.

Kepada anggota tersebut Kapolres berpesan agar terus semangat dalam melaksanakan tugas, terutama tugas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu ada Aiptu Hadi Sutomo Bamin Reg Ident Satlantas yang juga mendapat penghargaan. Untuk diketahui Aiptu Hadi Sutomo mendapat penghargaan dari Kapolres Blora lantaran ikut aktif berkecimpung dalam sebuah yayasan yang bergerak dalam terapi tumbuh kembang anak yang diberi nama Yayasan Pelita Insan Mandiri Cepu. Mulai dari awal berdiri hingga terus berjalan kegiatan yayasan sampai saat ini Aiptu Hadi Sutomo terus mendampingi.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Aiptu Hadi Sutomo ini patut ditiru dan diteladani. Apalagi Aiptu Hadi Sutomo aktif membantu anak anak yang berkebutuhan khusus. Dan itu adalah salah satu sosok Polri yang didambakan oleh masyarakat saat ini.

"Atas kepedulian dan keaktifannya dalam kemanusiaan mendirikan yayasan terapi tumbuh kembang anak, dan sebagai salah satu wujud Reward dan Punishment kepada anggota Polri. Selamat untuk Aiptu Hadi Sutomo. Penghargaan ini adalah salah satu wujud perhatian dari pimpinan Polri untuk anggota yang aktif membawa kebaikan dan citra positif Polri," beber Kapolres Blora.

Sementara itu, Aiptu Hadi Sutomo menyampaikan bahwa dirinya tidak akan berhenti pada titik ini. Justru penghargaan yang ia dapatkan ini adalah salah satu semangat dan dorongan dari pimpinan untuk lebih aktif lagi.

"Alhamdulilah kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres, Bapak Kasat Lantas serta para komandan dan rekan rekan semua yang telah mendukung saya. Kedepan semoga Yayasan Pelita Insan Mandiri Cepu bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat," tutur Aiptu Hadi Sutomo. (HW/Red)
Share:

Latest

Sate Blora Juga Disuguhkan di 'Mangkunegaran Makan-Makan' Solo

  𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kuliner khas Blora, utamanya sate ayam dan kambing ikut tampil di  “Mangkunegaran Makan-Makan”,  yang digelar sel...

Total Pageviews

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

Health

SELANJUTNYA »

Lensanow hanyalah rangkaian teks tersusun dengan huruf masakini, hingga jadi terbaik penyusun huruf sedunia.